Jalan kenang di kota sialan

Derap langkah kembali membawa diri ke jalan itu,
jalan kenang di kota sialan.

Aku mencium aromamu
yang pernah kukubur dalam-dalam di sana:
sorot mata yang selalu meneduhkan
senyum yang begitu menyenangkan
jari-jemari yang mampu menenangkan kerinduan
dan membelah kebencian
segalanya kembali mewujud nyata,
membuka kotak yang telah lama membunuhku secara perlahan.

Di sudut jalan itu,
pagi beranjak pulang menjemput malam;

ah … kenangan. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s