Bapak penyeduh kopi

Di salah satu sudut kota yang pengap dan gelap
gerimis membekukan keramaian dalam sekejap
wajah lapar penyeduh kopi bungkam
lidahnya getir terperangkap ilusi para jahanam
bibir kelu menyesap pedih yang tiada habisnya
pikiran hanya soal besok anak-istri harus makan apa. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s