Manifesto kesedihan, merayakan kekalahan

Kata orang-orang saya terlampau habis-habisan untuk membersamaimu hingga tidak menyisakan apa-apa untuk diri sendiri. Itu betul, puan. Dan itu saya lakukan hanya untuk menunjukkan bahwa cinta kita memang layak untuk diperjuangkan, bahwa saya adalah lelaki yang tidak mudah ditumbangkan. Tapi…

Akan tiba masanya dalam hidup ini di mana merelakan adalah satu-satunya pilihan yang tersisa, bukan? Di sinilah batas itu. Di sinilah saya harus berhenti. Kenapa mesti dilawan terus? Saya menyatakan diri kalah dan melarutkan diri dalam soraksorak kehidupan urban yang banal dan biasa saja.

Ah. Jangan menangis, betina. Jangan jebak saya untuk benarbenar menginginkan pelukmu yang hangat itu. Kamu cukup berdiri di sana, memandang saya sembari sesekali tersenyum biru. Itu sudah cukup. Dengan begitu saya bakal merasa bahwa kamu berpihak pada saya, menguatkan saya. Tidak perlu terlalu dalam, sebab bisa saja semakin meremukkan dada saya.

Jujur, saya memang sudah lama ingin melupakanmu. Lama sekali. Namun saya tidak bisa, karena kamu masih terus datang mengokupasi pikiran dan hati, dan juga karena menyimpanmu dalam lupa adalah gerak menuju mati yang sama sekali tidak menarik.

Tatap saya dengan keteduhan sorot matamu yang masih saya suka sampai saat ini. Cukup begitu. Selebihnya biarkan angin musim semi mengundang kupukupu berdatangan, dan kita akan samasama mendengar musik paling indah dari sayapsayap mereka. Suatu hari ketika saya mati, kamu cukup mengenang suara sayapsayap itu saat senja. Dan yakinlah bahwa saya sudah berbahagia di tempat lain, di dunia entah-berantah yang lain. {}

Advertisements

2 thoughts on “Manifesto kesedihan, merayakan kekalahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s