Memudar dalam ketiadaan

Tidak ada apa-apa di dalam syair ini.

Tidak ada pantai dengan angin sepoisepoi di mana saya bisa bebas merebahkan lelah untuk mengagumi senja, sekaligus menyadari bahwa saya adalah partikel sepele di tengah semesta yang tanpa batas.

Tidak terlihat kerlip lampu dari perahu para nelayan yang bergerak memetakan lautan, sementara di sana, di langit paling utara, tidak tampak Vega untuk dibaca makna cahayanya.

Tidak ada hutan yang menyimpan keteduhan hingga akhirnya saya menghentikan upaya membangun sebuah rumah dari remahremah harapan dan angan, tidak ada kesayangan untuk ditenangkan saat gemuruh petir membikin saya terjaga di tengah malam.

Tidak tercium semerbak bunga yang disebarkan angin pegunungan, tidak terhirup aroma wangi tanah selepas dimandikan hujan, lantas kumpulan burung sudah lupa caranya bernyanyi untuk merayakan kedatangan pagi.

Tidak ada seseorang yang akan setia menunggu saya melipat jarak yang membentang di atas jurang, tidak bakal ada yang peduli apakah saya berhasil tiba di seberang atau malah terjungkal jatuh dan hancur di dasar lembah bebatuan.

Tidak terdengar berisiknya tawa sukacita atau bahkan tangis dukalara yang pecah, tidak terjadi kegembiraan atau kengerian, segalanya telah menyerah dipeluk kesenyapan.

Tidak ada nyanyian erotis perihal puja-puji sang pecinta untuk kekasihnya, tidak ada dialog usang tentang impian yang terbeli — mimpi yang harus mengalah pada kenyataan untuk kesekian kali.

Tidak terendus jejak peluh di atas kasur spons sehabis bersetubuh, tidak ada satu kecup pun yang akan mengikat saya pada kepak sayap kupukupu.

Tidak ada ilusi kedamaian yang akan membikin hidup saya mendadak ringan dan pikiran saya terasa tenang, tidak ada rindu yang sengaja diletakkan di atas piring untuk dipotong dengan belati kesadaran.

Tidak ada apa-apa … tidak ada yang perlu ditakutkan.

Saya seutuhnya merengkuh moksa dengan mesra, menjamu kematian dengan kopihitam dan satu-dua batang rokokputih di depan pintu samsara.

(Saya bakal terus mencintaimu dengan cara yang paling sunyi.)

Tidak ada apa pun yang bisa kamu temukan di dalam syair ini,

: untuk saya. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s