Sebab pertemuan tidak melulu soal menepati janji

// pagi //

Kamu membawa secangkir kopi beraroma senja. Untuk pemuja malam, ucapmu seraya membenarkan letak rambut dan mengecup saya manja. Malam yang pekat, sepekat rindu yang diseduh luka.

// ranum senja //

Maka senyum itu menandakan cinta yang purna. Saya membalasnya serupa janji usang pecinta kepada kekasihnya. Juga sepotong gairah paling purba. Lalu sepenggal syair tentang tanya yang meledakkan tawa. Kita berdua.

// enyah //

Di penghujung pertemuan yang kesekian, saya mengukir wajahmu dengan mata dan hasrat yang masih basah. Seperti yang selalu saya lakukan pada saat kita saling bertukar sabda pisah, menyimpan kutuk serapah hingga masa paling entah.

// pagi, kembali //

Lantas menitipkan kesetiaan pada tetestetes terakhir dari mata yang tidak pernah terpejam,.

: Dalam diam. {}

Advertisements

2 thoughts on “Sebab pertemuan tidak melulu soal menepati janji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s