Hening

Saya diam. Kamu diam. Kita sama-sama diam. Malam menggantungkan keheningan yang menenangkan. Kita melabuhkan pandangan ke kejauhan masing-masing, ke arah sendiri-sendiri.

Rasakan sesuatu,” katamu mencoba memenggal keheningan. || “Apa yang harus kurasakan saat ini?” saya bertanya.

Entahlah,” jawabmu, yang juga tidak tahu harus merasakan apa.

Kemudian saya diam. Dan kamu pun diam. Sibuk mengunyah apa-apa yang ada di dalam batok kepala masing-masing.

Keheningan selama-lamanya merangkul jantung persegi milik kita. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s