Dari dalam secangkir kopi

Siapa yang akan berperang melawan kesunyian?

Aku melihat seekor serigala
muncul perlahan dari secangkir kopihitam
dengan mata menyala
dengan raut muka penuh dendam
tanpa apa-apa, tanpa aba-aba
hendak menerkam
menantang kepongahan dunia fana
atau malah ingin menagih rindu yang muram,
yang entah milik siapa.

Seorang perempuan menyandarkan lelahnya
pada aroma kopi yang tersisa
lantas pergi ke utara
pulang ke apa-apa yang menyiratkan bahagia
atau barangkali mencari remah cintanya,
yang entah ada di mana.

Dalam dunia kita, sayangku
kupukupu sibuk menyiangi senja
menenggak badai, memakan debu,
lantas menangkup luka di dada.

Secangkir kopihitam tandas kusesap
aku mesti pulang
menidurkan senyap,
menjaganya dari mimpi buruk tentangku. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s