“Jangan berkunjung,” ucapmu

Jangan berkunjung ke rumah kami sekarang. Banjir masih menggerayangi lantai kami: melarutkan tiga kaleng susu formula dengan rindu di seluruh permukaannya untuk menyamarkan jejak setelah berhasil mencuri tawa anakku — anakmu, anak kita. Serta merampas boneka lucu pemberianmu itu.

Jangan berkunjung ke rumah kami,” ucapmu. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s