Namamu dalam secangkir rindu

Saya celupkan namamu dalam secangkir rindu, dipadu dengan beberapa sendok harapan dan kecemasan. Ingin segera saya hidangkan di atas meja segilima milikmu, namun saya tahu itu tidak bakal bisa membikinmu kenyang.

Kamu benamkan namaku dalam secangkir rindu, tercampur dengan beberapa sendok harapan dan kecemasan. Ingin sekali kulahap habis, namun aku tahu itu tidak akan bisa membuatku kenyang.

Lalu, harus saya apakan?

Aku juga tidak tahu harus diapakan…

“Digantung saja pada atap senja. Mungkin ia bakal menjelma berkah yang akan mengotori pelataran rumah kita, nantinya.” {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s