Dendam sore menuju senja

Imajinasi dan hasrat memeluk murka menagih tawa
melantunkan nada semacam doa
bersandar pada dendam sore menuju senja.

Kita berdua berada di antara kata yang tidak terucap
merajut harap untuk memperbarui sabda:
“tidak akan berpisah selamanya”.

Malam jadi saksi bahwa segalanya dimungkinkan,
karena aku dan kamu masih jauh dari akhir:
masa depan belumlah terukir!

Kita akan terus bergulat menghindar dari yang resah
demi menghidupkan tawa
dan mempersetankan luka.

Puan, sebentar lagi bakal ada perayaan… {}

Advertisements

One thought on “Dendam sore menuju senja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s