Sabtu masih bercerita tentang rindu, puan betina

Ketika rindu pun sudah tidak terasa manis, mengapa kita berpikir bahwa saling mendoakan itu sudah cukup? Jika memang kita saling butuh, mengapa tidak memulai untuk saling peluk melampaui takdir dan menegasi sebab-akibat?

Sudah saatnya kita duduk dan bicara dalam kehangatan. Saat ini kita sedang butuh berdua, puan betina. Saya bakal mengajakmu menginjak realita, bukan bahasa yang selalu saja dapat membikinmu melayang dan jatuh sakit menghadapi kenyataan.

Ah … kita terlalu banyak bicara, sayang. Kita semakin lupa bagaimana caranya saling merasai rindu yang terus saja gaduh. Mari mencuri berkah dan mengkhianati semesta, dan segera pergi ke dunia entah-berantah — berdua sampai kita samasama lelah.

Saya masih mencintaimu dengan cara yang mudah kamu kenali. {}

Advertisements

3 thoughts on “Sabtu masih bercerita tentang rindu, puan betina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s