Monolog kopihitam

Di atas tanah tandus ini kami datang
tumbuh bersemi dengan segenggam harapan
dari hati dan pikiran yang muak terhadap ilusi kemakmuran.

Ketenangan hanyalah komoditas barang dagangan
berjejer di dalam deretan etalase pasar swalayan
sementara kedamaian tidak lebih dari sekadar pertunjukan konyol dunia tontonan.

Kami adalah suara yang akan terus bergema.

Suara bernama pemberontakan
yang berbicara dalam bahasa balas dendam yang indah.

Suara yang bakal merebut kembali kebebasan
untuk menentukan jalan hidup sendiri.

Suara yang mengabarkan tentang lukisan kemarahan
dalam bara api insureksi.

Kami adalah suara yang akan terus bergema,
meski kalian rajin menutup telinga serta mata.

Tidak bisa tidak!

Kebisingan kami bakal terus menganggu waktu onani kalian!

Kami tidak mau (di)bungkam!

Sebentar lagi bakal ada perayaan! {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s