Perkara rindu

(6:00 a.m.)

Kita meributkan rindu siapa yang paling besar
di atas genangan embunpagi yang tidak lagi sejuk
sementara orang-orang telah menghabisi pepohonan
dijadikan jalanan aspal untuk menopang mobil tuan besar.

(12:00 p.m.)

Siang merambat pelan
rindu kita meronta di pinggir jalan
tidak ada yang sudi memerhatikan
bahkan menengok pun enggan
orang-orang berlalu-lalang dengan telinga yang disumpal kain kafan
tatapan mereka kosong tanpa harapan.

(senja, hampir petang)

Di antara nafasnafas penuh peluh dan keluh
bercampur tawa orang berperut buncit
tertimpa berat mimpi kita sendiri
yang ditelanjangi panas matahari dan deru mesin peradaban
kita masih saja meributkan rindu siapa yang paling besar. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s