Pelacur

Izinkan aku menjadi pelacur di kamar kosmu karena aku tidak ingin kehilangan mata teduh itu. Aku tidak punya ayah dan ibu yang bakal mencariku hingga ke jalan-jalan kecil di kota sialan ini. Aku tidak punya kekasih yang akan cemburu. Aku sepenuhnya sendiri, sama seperti dirimu.

“Jadilah pelacur di kamar kosku karena aku tidak ingin kehilangan senyum manis itu. Aku tidak punya ayah dan ibu yang bakal mengunjungiku tiap akhir bulan di kota sialan ini. Aku tidak punya kekasih yang akan cemburu. Aku sepenuhnya sendiri, sama seperti dirimu.”

Biar kesendirian mewujud kita, berdua. Satu malam saja. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s