Karena kamu bukan siapasiapa!

tell-lie-vision#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: ingatlah sayang bahwa dunia hari ini diatur sedemikian rupa oleh orang-orang ngehek yang haus kekuasaan. Kita — saya dan kamu — tidak memiliki arti apa pun bagi mereka, kecuali sekumpulan data statistik yang dimanfaatkan oleh orang-orang ngehek itu untuk mempertahankan status quo dan menumpuk profit pribadi sebanyak-banyaknya.

Rayna, sayang.

Inilah rumus dasar yang digunakan oleh mereka: “kamu bukanlah siapasiapa”, jadi kamu hanya cukup untuk mengetahui yang bukan apa-apa. Itu merupakan aturan utama untuk menjadi anggota “masyarakat-bukan-siapasiapa” yang penurut cum baik dan budiman. Kamu jangan terlalu memikirkan suatu hal yang bukanbukan.

Kamu yang bukan siapasiapa itu beda kelas dengan para pejabat dan kamu bukanlah selebritis. Kamu tidak perlu tahu bagaimana cara kerja negara yang sebenarnya — kamu hanya diperbolehkan mengetahui hasilnya saja, yang pastinya bakal semakin memberatkan hidup harianmu. Semua urusan negara sudah dikerjakan oleh segelintir “manusia penting” yang sangat ahli di bidangnya. Sekali lagi, Ray, kamu yang bukan siapasiapa tidak perlu tahu prosesnya bagaimana “harta bersama” itu diolah dan hasilnya digunakan untuk apa saja.

Kamu yang bukan siapasiapa cukup mengetahui hal remeh-temeh saja, hiasan atau pemanis dari permasalahan yang sesungguhnya: para selebritis yang kawin-cerai, acara tujuh bulanan pelaku dunia hiburan, hedonisme selebritis yang suka pamer harta kekayaan, siapakah kekasih anak presiden dan bagaimana resepsi perkawinannya yang — oh sangat — sederhana, kabar polisi atau PNS yang punya paras tampan dan cantik, apa merek kretek ibu menteri, atau betapa cantiknya anak perempuan ibu menteri itu. Itulah hidangan yang bisa kamu nikmati setiap harinya. Silakan dipilih sendiri dan selamat menghibur diri.

Kamu yang bukan siapasiapa itu jelaslah bukan “manusia penting”, Ray! Semua “hal penting” yang dilakukan oleh pemerintah hanya perlu kamu ketahui a la kadarnya saja, kulit luarnya saja. Mereka menyarankan agar kamu segera membuang jauhjauh rasa ingin tahumu untuk mengetahui “hal penting” tersebut lebih dalam, itu hanya bakal menyusahkan hidup harianmu yang sedari dulu sudah susah. Mereka dengan senang hati membanjiri otakmu dengan ombak berita yang saling berkontradiksi dan semakin jauh dari apa-apa yang ingin kamu ketahui. Misalnya kamu ingin mengetahui tentang alasan yang sebenarnya mengapa harga BBM harus dinaikkan, maka mereka bakal menyajikan deretan skandal dan drama untuk memuaskan hasrat ingin tahumu itu. Mereka bakal mengajakmu ke jalanan di kotakota besar untuk melihat protes, kerusuhan, dan kemacetan yang terjadi di sana. Esok harinya jangan ke manamana, tetaplah di tempatmu karena mereka bakal menjelajahi kamar hotel di mana seorang selebritis terbiasa menjual selangkangan dengan harga yang bakal membikinmu tersedak. Pola seperti itu bakal terus diulang hingga nantinya kamu lupa apa yang sebenarnya ingin kamu ketahui. (Sementara kabar perjuangan akar-rumput dari petani, nelayan, dan masyarakat miskin kota yang memberontak melawan kekerasan represif dan dominasi konstan negara dan kapital sengaja disimpan dan disembunyikan agar kamu yang bukan siapasiapa tidak bisa membangun solidaritas.)

Oh iya, Ray, jika kamu yang bukan siapasiapa itu ternyata masih memiliki hasrat kuat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan tidak sedikit pun tergoda dengan skandal dan drama taik kucing yang disajikan, maka mereka bakal menjejalimu dengan banyak sekali argumen yang saling bertentangan satu sama lain dalam panggung keriuhan banalitas politik demokrasi hingga kamu megapmegap dalam lautan kebingungan informasi — kemudian kamu bakal adu-jotos dengan kawanmu, saling serang, saling caci, entah itu di jalanan atau di dunia maya.

Sampai akhirnya kamu yang bukan siapasiapa mengalihkan rasa ingin tahumu ke halhal yang lebih banal, sembari bergumam: “Politik sialan! Demokrasi, my ass! Saya benci politik! Saya ingin tahu bagaimana kabar Chelsea Islan dan Ladya Cheryl saja, atau hari ini Eva Celia dan Sophia Latjuba sedang disibukkan oleh apa. Saya ingin tahu apa yang menjadi tren saat ini dan berapa harga yang harus saya bayar untuk itu semua.

Itulah, Rayna sayang, tujuan mereka — orang-orang ngehek haus kekuasaan yang tergabung dalam Serikat Musuh Kebahagiaan (SMK).

Kamu, dan saya, yang bukan siapasiapa sudah seharusnya menolak segala macam banalitas yang disajikan oleh orang-orang ngehek itu dan mulai mempertanyakan segalanya untuk kemudian menyerang mereka di bagian yang paling mematikan demi kehidupan yang lebih baik dan lebih membahagiakan ketimbang hari ini.

(Sementara itu, Ray, dunia kembali kehilangan sosok revolusioner setelah Fidel Castro — pak tua keras kepala pemimpin Revolusi Kuba yang mengajarkan bahwa praktik gerilya bersenjata dapat mendukung gerakan pembangkangan sipil di perkotaan — meninggal dunia di usia 90 tahun pada 26 November 2016 kemarin. Adios, compañero Castro.)

Tabik. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s