Aturan dari permainan bernama “Peradaban Modern”

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: sebuah dunia yang disebut dengan “Peradaban Modern” saat ini berjalan dengan aturan mengekang yang kurang-lebihnya bisa dijabarkan menjadi sepuluh poin ini, untuk memisahkan siapa yang dianggap sebagai “pemenang” dengan kelompok yang dilabeli “pecundang” oleh para penguasa. Baca dengan saksama, dan semoga kamu semakin tahu dan paham apa yang sedang kita lawan demi kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Cobalah untuk tidak tersesat dan mudah menyerah di hadapan sistem jahanam yang semakin kurang ajar itu, sayang.

/1/

Semua hak asasimu ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kamu, tentunya, harus tetap menjaga ilusi bahwa kamu masih memiliki beberapa hak untuk beberapa saat. Dengan begitu kami dapat terus-terusan mengatur hidup banalmu.

/2/

Bersikap baik. Tidak menyebutkan konstitusi, hukum, atau bahkan cerita romantisme zaman lain di masa lalu kepada kami lagi. Seperti yang kamu ketahui, kami sudah melewati moralitas dan hukum tertentu yang akhirnya menempatkan kami jauh di atas hukum dan remahremah dari apa yang disebut “konstitusi”.

/3/

Kamu lemah, terlecehkan, terisolasi, bodoh. Sementara kami terorganisir, kuat, tercerahkan, sangat banyak. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa kami adalah mafia — itu bohong! Kami lebih dari mafia, pemenang di antara yang lainnya. Kami mampu melindungimu dari kekacauan (yang sengaja kami hadirkan ke) dunia. Itulah alasan kenapa kami senang sekali untuk membikinmu berpikir bahwa kamu adalah makhluk yang lemah dan bodoh, untuk membikinmu percaya bahwa kamu “tidak aman”. Itulah keuntungan kami. Dan pada akhirnya, siapa atau apa yang bakal melindungi keselamatanmu dari ancaman konstan dan rasa takut, selain kami?

/4/

Bagimu, kemenangan dalam permainan ini adalah melarikan diri — atau setidaknya mencoba untuk melarikan diri. Melarikan diri di sini berarti melampaui segalanya. Hingga momen itu tiba, momen di mana kamu tersadar dan akhirnya berani serta benarbenar mampu untuk melarikan diri, kamu tetaplah makhluk lemah dan bodoh yang menggantungkan semua aspek dalam hidupmu kepada kami. Untuk saat ini, kamu masih mengonsumsi komoditas yang kami produksi, kamu masih menghirup udara yang kami cemari, kamu sepenuhnya berada di bawah belas kasih kami, dan di atas semua hal tersebut, kamu tidak bisa melakukan apa pun terhadap kedaulatan pasukan tentara dan polisi kami, yang mana telah kami beri berbagai kekuatan, baik dalam hal kebijaksanaan maupun tindakan kekerasan terhadapmu.

/5/

Kamu tidak bakal pernah berhasil melarikan diri sendirian. Oleh karena itu kamu harus memulainya dengan membangun solidaritas. Untuk membikin permainan ini lebih sulit (dan juga untuk memastikan bahwa kamu tidak akan bisa memenangkannya), kami telah melikuidasi semua bentuk sosialitas kolektif otonom. Kami hanya menyediakan satu pilihan untuk bertahan hidup: kerja — yaitu masyarakat menyedihkan yang terkontrol, dan membosankan. Inilah cara alternatif bagimu untuk melarikan diri: melalui swa-organisasi, sabotase, persahabatan, pencurian, dan cinta. Ah, namun semua cara melarikan diri itu telah kami masukkan ke dalam daftar kejahatan dan aktivitas ilegal yang berujung pada hukuman.

/6/

Kami selalu mengatakannya lagi, lagi, dan lagi: penjahat adalah musuh kami. Namun kamu juga harus memahami bahwa semua musuh kami adalah penjahat. Sebagai pelarian potensial, berarti kamu memiliki potensi untuk menjadi penjahat. Itulah kenapa kami menyimpan data dirimu, mulai dari nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, agama, status perkawinan, pekerjaan, golongan darah, sidik jari, scan retina mata, nomor ponsel, nomor kartu kredit, email, hingga akun media-sosialmu. Itu semua memudahkan kami untuk melacak dan menemukanmu setiap saat, serta memungkinkan kami untuk mengenal dan mempelajari kebiasaanmu dengan mudah.

/7/

Dalam permainan ini, siapa pun yang berhasil (atau hanya sekadar mencoba) melarikan diri akan dinyatakan sebagai “penjahat”. Dan bagi yang melancarkan protes dan melawan, maka akan kami sebut dengan label “teroris”. Keduanya dapat kami lenyapkan dengan mudah.

/8/

Kami cukup sadar bahwa hidup di antara masyarakat hari ini hampir berisikan sukacita, sama seperti kesenangan naik kereta api di pinggiran kota setiap paginya untuk berangkat ke tempat kerja. Kapitalisme yang sampai saat ini masih terus-menerus direproduksi, dalam hal profit untuk kekayaan pribadi, hampir tidak mengenal kesedihan universal. Bahwa tidak ada argumen yang dapat melindungimu kecuali tentara dan polisi kami. Kami telah melucutimu sedemikian rupa secara mental dan fisik. Kami memiliki monopoli atas apa yang kami larang untuk kamu lakukan dalam kehidupan pribadimu sendiri, bahkan dalam segi yang paling personal sekali pun.

/9/

Kamu bakal mengetahui dua hal: penjara dan hukuman.

/10/

Tidak ada lagi. Semua serangan diizinkan. Dan setelah menyerang maka bersiaplah untuk dipenjara atau menjalani hukuman yang kami anggap setimpal dengan aktivitas makarmu.

ttd, otoritas negara dan kapitalisme. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s