Terlahir dari dendam

Saya, terlahir dari serpihan dendam
di antara kehangatan semu peradaban yang suram
di antara kilauan kerlap-kerlip cahaya kota
di antara gedunggedung yang berbaris rapi seperti tentara
di antara nyanyian mesinmesin pabrik yang membosankan
di antara tarian mobilmobil yang menyedihkan
di antara mereka yang selalu meneriakkan “kebenaran”
di antara mereka yang menghilangkan kreasi dan inisiatif
di antara relasi yang hanya berupa angka dan harga
di antara aturan konyol tentang kepatuhan dan kedisiplinan
di antara dogma dan moralitas usang tentang kebaikan
di antara keteraturan, kontrol, dan dominasi
di antara kenyataan yang bau pesing
di dalam dunia yang menyamakan semua mimpi atas-nama kemanusiaan.

Saya, terlahir dari serpihan dendam di tanah yang tandus. Tumbuh dalam pelukan kebencian dan kecupan amarah dengan imajinasi, hasrat, dan gairah yang paling liar, bersama bara api yang tidak bakal pernah padam.

Saya, terlahir dari serpihan dendam di tanah yang tandus. Menuju proses kemenjadian di balik bayangbayang yang berlarian dalam siang yang melampaui setiap belenggu dan batasan, tumbuh dengan insting untuk menegasi segala ketakutan.

Saya, terlahir dari serpihan dendam di tanah yang tandus. Bakal terus-terusan menari di atas tumpukan puingpuing keruntuhan dunia, seperti cinta yang akan terus mencinta.

Dengan cinta, amarah, dan anarki! {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s