Biru

Bukan perkara mudah menahan rindu yang harusnya untukmu. Selalu saja ada yang menyulitkan. Pikiran tentang berbagai macam “bagaimana” membikin saya gigil dan sakit kepala. Telinga masih diganggu bisikanbisikan yang tidak mau bertanggung jawab. Hidung masih penuh dengan aroma yang tidak mau saya hirup. Mulut masih mengunyah tentang apa-apa yang tidak mau saya cecap. Sementara, pada saat yang hampir bersamaan, dunia tua bangsat ini tidak pernah merasa ingin berhenti berputar meski hanya sebentar.

Maksud saya — entahlah. Saya seperti dihujani rindu sialan ini. Sangat rindu, hingga saya jatuh cinta untuk membencinya dengan sungguh: untuk meniadakannya, menempatkannya pada akhir bersama dengan luka yang melepuh. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s