Ada gelisah yang terukir di sana

Apalah itu sang pecinta…
yang hadirnya hanya untuk membasahi luka
untuk selalu mengingatkan dengan sorot matanya
bahwa kerinduan adalah perkara perih yang luar biasa.

Apalah itu sang kekasih…
yang selalu ada di sisi namun tidak pernah peduli
hingga urusan sedih harus bisa dipikul sendiri
siap dikoyak-koyak sepi tapi berharap ciuman di pipi.

Apalah itu romansa yang paling indah…
semacam sejarah yang sengaja dicipta penyair dari darah
untuk membikin tiap makhluk menjadi lemah
sebelum akhirnya mengamini lelah. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s