Psikedelik

Tuan…
perempuan selalu punya cara ajaib untuk menggenggam cinta yang dikehendakinya: sesuatu yang sering dianggap remeh oleh lelaki mana pun.

Sementa itu, puan, lelaki bakal rela melepas dunianya demi menangkup erat cinta yang diinginkannya: sesuatu yang kerap disangka bualan oleh perempuan mana pun.

Cinta itu gila, tuan. Dan kita tidak pernah menyangka bakal terjebak selama ini dalam kegilaan itu.

Asal kamu tahu, puan: kita sebenarnya telah menjelma hantu dan orang-orang sudah lama sekali menjauhi teras rumah kita. Mereka fasih melafalkan doa agar kita segera mati di sebuah pagihari yang genit dan segalanya menjadi selesai sebagaimana mestinya, sebelum mereka pergi ke tempat seharusnya mereka memahat kebahagiaan.

Ah tapi tuan, Aphrodite masih sering membisikkan nama kita diamdiam sembari masturbasi di pojokpojok sepi. Membikin para pecinta terus-terusan bercinta dengan pohon sambil tetap memelihara bayangan kekasihnya di masa yang telah lalu.

Suara batuk menyakitkan terdengar dari kejauhan, mengisyaratkan sebuah penderitaan dari kekalahan yang mahabesar. Sang raja berhala pagan tenggelam, senjakala datang menggantikan.

Lalu yang tersisa adalah senyap yang menyimpan nama kita berdua. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s