Join the resistance: fall in love!

mari-memperkosa-bulan-sayang

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: biar saja cuma Efek Rumah Kaca yang mengoceh bahwa “jatuh cinta itu biasa saja”. Kita tidak perlu mengamini ungkapan itu seperti mereka. Bagi saya — dan kamu bakal mengalaminya juga, sebentar lagi — cinta itu sungguh luar biasa dan subversif!

Jatuh cinta adalah tindakan utama dari revolusi, sebuah perlawanan terhadap kebosanan hari ini, aksi mendobrak dan melampaui pembatasan sosial, sebuah usaha untuk menjadikan dunia dan hidup ini lebih berarti. Cinta sanggup mengubah dunia, Ray. Seorang pecinta yang sebelumnya adalah pribadi yang terjebak dalam kebosanan, kini dia merasa bergairah setelah mengenal cinta. Manusia yang dulunya merasa cukup puas dengan banalitas hidupnya, kini dia sangat bergairah untuk bertindak sendiri menggunakan cintanya. Dunia yang dulunya tampak kosong dan melelahkan berubah menjadi penuh dengan makna, penuh dengan risiko dan manfaat, dengan kemewahan dan bahaya, sekaligus!

Bagi seorang pecinta, hidup merupakan sebuah petualangan dengan taruhan tertinggi; setiap momen pantas untuk dikenang, kesedihan bisa menjelma sebagai keindahan. Seorang manusia yang pernah merasa bingung dan terasing (dengan hidupnya sendiri) bakal mengetahui apa yang diinginkannya ketika dia sedang jatuh cinta. Tibatiba eksistensinya terasa masuk akal baginya; tibatiba hal itu menjadi berharga, bahkan mulia, baginya. Hasrat dan gairah yang membara adalah obat yang bakal menyembuhkan kasuskasus terburuk dari putus-asa dan membantunya mempersetankan ketaatan dan kepatuhan membabi-buta pada otoritas yang menindas.

Rayna, sayang. Cinta memungkinkan individu untuk terhubung dengan orang lain dalam cara yang sangat bermakna — memaksanya untuk meninggalkan cangkangnya dan mengambil risiko untuk menjadi jujur dan spontan secara bersamaan, untuk datang mengenal satu sama lain dengan cara yang mendalam. Jadi cinta memungkinkan bagi manusia untuk benarbenar peduli terhadap satu sama lain, bukan pada doktrin para agamis, moralis, dan penguasa. Pada saat yang sama, cinta mampu menarik keluar manusia dari rutinitas kehidupan harian yang membosankan dan memisahkannya dari manusia lainnya. Seorang pecinta bakal merasa sangat jauh dari manusia lainnya, serta hidup dalam dunia yang berbeda dan lebih berwarna cum lebih bermakna.

Cinta juga memiliki pengertian yang subversif, karena mengancam tatanan mapan kehidupan modern. Ritual yang membosankan dari produktivitas kerja-upahan dan sosialisasi etiket tidak akan memiliki arti apa pun bagi orang yang telah jatuh cinta, karena ada semacam kekuatan yang membimbingnya dari inersia belaka dan penghormatan terhadap tradisi. Strategi pemasaran yang bergantung pada sikap apatis dan ketidak-amanan untuk menjual produk yang menjaga sistem perekonomian tetap berjalan tidak akan berpengaruh bagi seorang pecinta. Hiburan yang dirancang sebagai bagian dari budaya konsumerisme pasif, yang bergantung pada kelelahan atau sinisme pada tampilannya, tidak akan menarik lagi bagi seseorang yang sedang jatuh cinta.

Namun Ray, tidak ada tempat bagi gairah pecinta romantis di dunia tua saat ini, publik maupun pribadi. Karena seorang pecinta melihat bahwa akan lebih bermanfaat dan menyenangkan untuk berpergian ke pantai atau duduk di taman dan menyaksikan senja dengan kekasihnya ketimbang menghabiskan waktu di dalam kamar untuk mempelajari soalsoal ujian sekolah atau sekadar menonton acara murahan di televisi atau bahkan menjalankan bisnis startup demi bertahan hidup, dan dia bakal memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk menuntaskan kerinduannya terhadap sang kekasih — selayaknya menuntaskan benci dan dendam kesumat kepada musuhnya. Seorang pecinta sepenuhnya tahu dan sadar bahwa membobol pagar kuburan dan bercinta di bawah Bintang Vega bakal membikin malam itu menjadi kenangan yang indah dan mengabadi daripada menonton sinetron sampah di televisi. Jadi, cinta menimbulkan ancaman bagi sistem perekonomian hari ini yang dikendalikan oleh hasrat konsumtif para konsumen, yang bergantung pada konsumsi produk yang sebagian besar tidak berguna dalam hidupnya dan tenaga kerja-upahan di mana konsumsi ini berguna untuk mengabadikan dirinya sendiri.

Demikian pula, cinta merupakan ancaman bagi sistem politik hari ini, karena sulit untuk meyakinkan seseorang yang hidup dalam hubungan percintaan yang sangat kuat dan asli untuk berjuang dan mati demi negara; dalam hal ini, bakal sangat sulit untuk meyakinkannya bahkan hanya untuk sekadar membayar pajak dan mencoblos gambar badut berpeci dalam sebuah pesta yang katanya demokratis bernama pemilu. Cinta menimbulkan ancaman bagi budaya mana pun, karena ketika manusia diberikan kebijaksanaan dan keberanian oleh cinta sejati, maka dia tidak akan kembali kepada tradisi atau mitos yang tidak relevan dengan pengalaman dan perasaan yang sedang dirasakannya.

Cinta juga menimbulkan ancaman bagi tatanan sosial masyarakat kita saat ini, Rayna sayang. Hasrat dan Gairah cinta diabaikan dan ditakuti oleh kaum borjuis, karena menimbulkan bahaya serius terhadap stabilitas dan hal itu sebenarnya membikin mereka iri. Cinta tidak mengizinkan kebohongan, tidak ada kepalsuan, bahkan tidak menyukai setengah kebenaran, melainkan malah menelanjangi emosi dan mengungkapkan rahasia yang selama ini selalu sengaja disembunyikan. Kita tidak bisa berbohong terhadap respons emosional dan seksual; situasi atau ide-ide perihal cinta bakal membangkitkan gairah, entah kita suka atau tidak, entah itu sopan atau tidak, entah itu bijaksana atau tidak. Seorang manusia tidak bisa menjadi pecinta dan bertanggung-jawab, atau menjadi anggota terhormat dalam komunitas masyarakat saat ini, pada waktu yang bersamaan; cinta bakal mendorong kita untuk melakukan halhal yang “tidak bertanggung-jawab” atau “tidak terhormat” dalam pandangan moral atau kewajaran masyarakat hari ini. Cinta sejati itu “tidak bertanggung-jawab”, tidak tertahankan, memberontak, membenci kepengecutan, “berbahaya” bagi pecinta itu sendiri dan semua orang yang ada di sekitarnya, dan hanya melayani hasrat yang membikin jantung manusia berdetak lebih cepat. Cinta sejati enggan berkompromi dengan pemeliharaan diri, ketaatan, atau rasa malu. Cinta mendesak perempuan dan lelaki untuk bertindak heroik, dan sekaligus anti-heroik — untuk aksi berkelanjutan yang tidak memerlukan pembelaan dari siapa pun.

Seorang pecinta berbicara menggunakan bahasa moral dan emosional yang berbeda dengan kaum moralis, kapitalis, borjuis, dan agamis. Mereka yang termasuk dalam golongan laknat itu tidak memiliki hasrat dan gairah yang membara untuk menghidupi hidup dengan sukacita. Segala hal yang diketahui oleh mereka adalah diam berputus-asa yang berasal dari kehidupannya yang membosankan untuk mengejar tujuan yang telah ditetapkan untuknya oleh keluarga, pendidik, tuhan, bos, negara, dan budaya, tanpa pernah diizinkan untuk mempertimbangkan kebutuhan dan keinginannya sendiri. Tanpa adanya gairah dan hasrat besar yang membimbingnya, mereka tidak memiliki kehendak bebas untuk menentukan “mana yang buruk” dan “mana yang baik” untuk diri mereka sendiri. Akibatnya mereka dipaksa untuk mengadopsi beberapa dogma dan doktrin untuk mengarahkan hidup yang mereka jalani. Ada berbagai macam moralitas yang dapat dipilih dari pasar ide, tetapi moralitas yang dipilih oleh seorang manusia menjadi tidak penting selama dia memilih satu dari sekian banyak yang tersedia di pasar karena dia bingung tentang apa yang seharusnya dilakukan dengan dirinya dan hidupnya. Berapa banyak perempuan dan lelaki — yang tidak pernah menyadari bahwa mereka memiliki kehendak bebas untuk menuliskan takdir mereka sendiri — hidup dalam kabut kusam, berpikir dan bertindak sesuai dengan hukum moral universal yang telah dipaksakan kepada mereka, hanya karena mereka tidak lagi memiliki gagasan lain tentang apa yang harus dilakukan dalam hidup mereka? Namun seorang pecinta tidak memerlukan prafabrikasi prinsip untuk mengarahkan hidupnya; hasratnya mengidentifikasi apa yang “salah” dan “benar” untuk dirinya sendiri, gairah di jantung memandunya menjalani kehidupan yang sepenuhnya dan seutuhnya dengan sebaik-baiknya. Seorang pecinta melihat keindahan dan makna dunia, karena hasratnya melukis dunianya sendiri dengan jutaan warna yang memesona. Seorang pecinta tidak memerlukan dogma, sistem moral universal, perintah dan kepatuhan, karena dia tahu apa yang harus diakukan dalam hidupnya sendiri tanpa instruksi dari siapa pun atau dari mana pun!

Jadi, Ray sayang, seorang pecinta dan cintanya memang cukup menimbulkan ancaman bagi tatanan sosial masyarakat hari ini. Bagaimana jika semua orang memutuskan “salah dan betul” atau “buruk dan baik” untuk diri mereka sendiri, tanpa memerhatikan paksaan moralitas konvensional yang sudah usang? Bagaimana jika semua orang melakukan apa-apa yang mereka ingin lakukan, dengan keberanian untuk menghadapi setiap konsekuensinya? Bagaimana jika semua orang lebih takut menjalani hidup tanpa cinta? Bagaimana jika semua orang mempersetankan “tanggung jawab” dan “kewajiban” moral mereka, dan berani mengejar mimpi terliar mereka, untuk mengatur cara hidup mereka sendiri dan hidup seolah-olah itu hari terakhir bagi mereka? Bayangkan dunia bakal menjadi seperti apa nantinya, Ray! Dunia bakal menjadi tempat hidup yang sama sekali berbeda dari hari ini, dan tidak bisa disangkal bahwa orang-orang yang menjaga status quo saat ini takut dengan perubahan macam itu.

Jadi, meskipun media menggunakan gambar stereotip untuk menjual paket bulan madu atau makan malam yang romantis, gairah hidup cinta sejati tidak dianjurkan dalam budaya hari ini. “Terbawa oleh perasaan” menjadi pantangan; dan manusia diajarkan untuk selalu berhati-hati agar tidak disesatkan oleh emosi. Bukannya didorong untuk memiliki keberanian dalam menghadapi konsekuensi dari risiko dari pilihan yang diambil untuk mencapai kebahagiaan yang asli, manusia malah dinasihati untuk tidak mengambil risiko sama sekali, untuk menjadi “(lebih) bertanggung-jawab”. Dan cinta itu sendiri telah diatur sedemikian rupa: lelaki tidak boleh jatuh cinta kepada sesama lelaki, atau perempuan tidak boleh menjalin hubungan asmara dengan perempuan lain; manusia dilarang mencintai seseorang yang berasal dari latar belakang ras, budaya, dan agama yang berbeda, atau memadu-kasih dengan orang yang membangun barisan untuk memberontak melawan ketimpangan sistem hari ini. Perempuan dan lelaki yang telah menandatangani kontrak hukum/agama dengan pasangannya (alias: kawin) tidak boleh jatuh cinta kepada orang lain, bahkan jika dia sudah tidak lagi merasa ada gairah yang menggelora kepada pasangan perkawinannya. Manusia dibikin percaya bahwa cinta saat ini adalah ritual yang ditakdirkan dan ditentukan dengan sangat hatihati, sesuatu yang hanya terjadi pada hari Sabtu malam di bioskop atau restoran mahal, sesuatu yang mengisi kantong para kapitalis pemegang saham dalam industri hiburan yang memaksa para pekerjanya untuk terus bekerja tanpa mengenal waktu. Cinta komersial tidak seperti cinta yang penuh gairah di dalam jantung seorang pecinta sejati! Pembatasan, ekspektasi, dan peraturan ini memadamkan api gairah cinta sejati; cinta adalah bunga liar yang tidak pernah bisa tumbuh dalam batasanbatasan, melainkan muncul dalam kebebasan.

Kita — saya dan kamu, Ray — harus berjuang melawan hambatan budaya yang bertujuan untuk melumpuhkan dan memadamkan hasrat dan gairah primordial di dalam diri kita. Cinta memberi makna hidup, hasrat yang memungkinkan bagi kita untuk memahami eksistensi kita meskipun tidak ada masa depan di dalamnya. Tanpa cinta, tidak ada jalan bagi kita untuk menentukan bagaimana kita menghidupi hidup kita sendiri — kecuali untuk tunduk kepada otoritas tertentu, kepada tuhan, tuan, atau doktrin yang sok memberitahu kita apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya tanpa pernah memberi kita kepuasan untuk menuliskan takdir kita sendiri. Jadi jatuh cintalah hari ini, Rayna sayang: kepada sesama perempuan, kepada lelaki, kepada musik, kepada hewan, kepada film, kepada buku bacaan — dengan hasrat, gairah, dan ambisi yang membara, dengan diri sendiri … dengan kehidupan!

Mungkin ada yang bakal mengatakan bahwa hal ini merupakan tindakan yang sangat konyol jika kita memohon orang lain untuk jatuh cinta — jatuh cinta atau tidak, itu bukanlah pilihan yang dibikin secara sadar. Namun lingkungan di mana kita hidup memiliki pengaruh besar pada emosi dan akal kita, dan kita juga bisa membikin keputusan rasional yang bakal memengaruhi lingkungan tersebut. Hal itu memungkinkan kita untuk mengubah lingkungan yang pada awalnya memusuhi cinta sejati menjadi sebuah lingkungan yang akan menganjurkan dan mencintai cinta. Sudah waktunya untuk menciptakan sebuah dunia di mana orang-orang bisa saling jatuh cinta sehingga kita bisa memproduksi suatu hal yang paling berarti dalam hidup: kebahagiaan. Meski untuk melakukannya, kita membutuhkan api insureksi untuk membakar habis peradaban hari ini yang penuh dengan kedamaian semua dan pseudo-kebahagiaan. (Kamu tidak berpikir dan membayangkan revolusi bakal berjalan mulus dan lancar di mana orang-orang turun ke jalanan untuk membagikan bunga anyelir putih sembari tersenyum kan, Rayna sayang?)

Bagaimana jika semua orang memutuskan “salah dan betul” atau “buruk dan baik” untuk diri mereka sendiri, tanpa memerhatikan paksaan moralitas konvensional yang sudah usang? Bagaimana jika semua orang melakukan apa-apa yang mereka ingin lakukan, dengan keberanian untuk menghadapi setiap konsekuensinya? Bagaimana jika semua orang lebih takut menjalani hidup tanpa cinta? Bagaimana jika semua orang mempersetankan “tanggung jawab” dan “kewajiban” moral mereka, dan berani mengejar mimpi terliar mereka, untuk mengatur cara hidup mereka sendiri dan hidup seolah-olah itu hari terakhir bagi mereka? Bayangkan dunia bakal menjadi seperti apa nantinya, Ray!

Sudah cukup, saya tidak akan berkata apa-apa lagi! {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s