Syair semenjana di balik asap

Sekumpulan wajah terperangkap gelisah
hutan tempat menggantungkan hidup bertarung melawan api
panas dan angin bersekutu menyebarkan resah
doa memudar, harapan hampir habis ditelan sunyi.

Televisi hanya menayangkan asap
wajahwajah di seberang tidak kedip menatap
membeku dalam lipatan layar
bungkam serupa bonekaboneka pasar.

Serangga dan manusia berlarian mencari juru selamat
di dalam helikopter yang selalu datang terlambat
atau mungkin di balik takdir yang tidak pernah mau bersahabat.

Kesederhanaan mengasap, kebahagiaan terisap.

Abu menjelma air mata, dipaksa berdamai dengan senyap.

Lenyap.

Negara dan kapitalisme tetap saja bangsat yang suka membunuhi harap. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s