Genap dalam lenyap

Sayang…

Mengapa kita saling bertukar kabar bila itu sudah tidak berarti apa-apa? Mengapa kita terus saja bersabda “baikbaik saja”, padahal tidak demikian adanya? Saya dan kamu adalah dua musim yang begitu berbeda: kemarau dan penghujan, sempurna di tempatnya masingmasing. Kita telah memutuskan melangkah sendirisendiri menuju lupa. Genap terlelap dalam lenyap, ditertawai oleh dialogdialog usang perihal perjuangan yang ditumpulkan keadaan.

Remah roti Aphrodite saat senja menuntun kita menuju pulang kepada jantung yang bukan rumah kita berdua. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s