Kota (dan kenangan) #2

“Kenangan selalu berlebihan: ia mengulangi tandatanda yang ada agar sebuah kota mulai mengada.”

Di balik lima sungai yang mengarah ke satu tempat, muncullah sebuah kota yang mungkin saja tidak bakal bisa kamu lupakan, bukan karena kota ini meninggalkan citra ganjil dalam ingatanmu — seperti halnya kotakota kenangan lainnya yang pernah kamu singgahi. Kota ini memiliki kualitas yang membikinnya lekat dalam jengkal demi jengkal ingatanmu dan potongan jantungmu karena rangkaian jalanannya, dari impresi rumahrumah di sepanjang jalannya, meskipun semua itu tidak mengandung keindahan yang unik sama sekali.

Rahasia kota ini bisa kamu temukan dalam setiap pola kejutan yang susul-menyusul seperti dalam lembaran syair pecinta yang paling usang di mana satu per satu kata di dalamnya bisa kamu ubah atau ganti sesukamu. Seseorang yang mengetahui bagaimana kota ini diciptakan, pada tengah malam, dapat membayangkan dirinya berjalan di setiap lekukan bentuk kota ini dan mengingat bagaimana gerak jarum jam kota ini mengikuti tata letak patung sang pertapa dan si serigala yang terbuat dari tembaga, juga warung kopi di pojokan jalan, pancuran yang menyemprotkan air ke delapan penjuru mata angin, menara kaca astronomi, lorong rahasia menuju laut senja, serta kios rokok di pintu masuk pelabuhan. Berbagai macam tato sengaja dilukiskan di seluruh kulit kota.

Kota yang tidak terhapuskan dari ingatanmu ini layaknya sebuah perlindungan di mana kita bisa meletakkan bendabenda yang ingin selalu kita ingat di dalam setiap rumah kupu-kupunya: sayuran, tanggal terjadinya perang, nama kekasih, kumpulan kata dan angka, harapan, keburukan, kebaikan, buah-buahan, bintang, segalanya.

Di antara masingmasing rute dan ide yang dijalani kota ini, selalu tersimpan perayaan kehidupan, tidak ubahnya kilatan kenangan yang mendadak muncul di dalam batok kepala. Seks adalah yang utama, menikmati cokelat adalah urutan yang terakhir dan bisa ditunda — atau bahkan dilupakan. Maka, manusiamanusia yang paling beruntung dan bahagia adalah mereka yang telah mengenang kota ini.

Namun … dalam kesia-siaan dan kepura-puraan yang menjijikkan, kota ini dipaksa menyerah dan mengaku kalah agar ia lebih mudah untuk diingat. Terpecah-belah, merana, sirna perlahan. Sebuah ruang hampa yang tidak berisi katakata. Bumi telah melupakannya.

: Kota beraroma tembakau ini bernama Troy. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s