Air mata

Air mata itu masih belum berhenti menetes
melewati tiaptiap celah retakan batu dan tanah
rintihan akibat luka itu masih belum purna sembuhnya:

pohonpohon ranggas daunnya;
anak-anak kehilangan masa kecilnya;
orang-orang terusir dari tanah hidupnya;
burungburung tidak lagi bersuara;
senja telah hilang entah ke mana.

Air mata itu akan kami ubah menjadi api
yang membakar mesinmesin hierarki dan dominasi
karena pilihan yang tersisa hanyalah insureksi … atau mati! {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s