Sebab kita terlampau bebal, sayang

Kamu dan aku;

berusaha tegap berdiri meski kaki bernanah
ke sana kemari mencari arah
meniti berjuta langkah mempersetankan lelah;

menjelma syair usang
menantang teriknya matahari siang
menertawakan apa-apa yang patut dikenang;

tidak pernah berhenti mencoba
sampai jari-jemari menapak pada pena
mengukir takdir untuk merusak relief banalitas dunia;

berjanji tidak bakal pernah padam
merayakan rindu selayaknya menuntaskan dendam
meski berahi dipaksa untuk diam, terpendam.

Kamu dan aku … adalah dua manusia yang samasama keras kepala
coba menyeret imajinasi dan harapan di jalur yang berbeda
berjuang menjamah sabda Aphrodite tentang cinta. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s