Purna di teduh matamu

Resah menggelayuti aksara demi aksara
di tepian hasrat yang membiru.

Nubuat apa yang merasuki langkahku
menjadi penyair saat semua aksara
lenyap ditelan banalitas dunia?

Demi senyummu yang erat
entah syair apa yang sanggup kugurat
senja datang, tertatih di teras rumahmu
mengiringi langkah letihku membopong sekarung rindu.

Malam kemudian tiba memburu
aku pun purna di teduh matamu. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s