Terlalu gaduh

Sunyi ini terlalu gaduh
menyumpah-serapahi rindu yang belum juga luruh
melempar wajah dingin perempuan
di atas meja makan.

Debu mengental di dinding waktu
seorang penyair lupa menuntaskan puisi
puji-pujian kehilangan kata, dan makna.

(Sebagian sibuk menyebarkan perang dan kemiskinan
sebagian lagi membincangkannya sambil mengacungkan lengan
semuanya bajingan, dinina-bobokan jabatan.)

Ah sayang, sunyi ini terlalu gaduh
sebab rindu dan kamu belum lengkap menyatu
di sisiku. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s