Balada secangkir kenangan

Kita adalah asap yang mengepul dari sisasisa pembakaran kenangan. Kegaduhan masa lalu, dicerca segala macam kemunafikan. Hampir meradang kita pada hiruk-pikuk peradaban urban. Simpangsimpang keharuan tercipta dari air mata kerinduan; bercerita tentang perpisahan demi perpisahan.

Senja dan kepulan asap kenangan melayang di udara memparadekan ilusi. Rasanya baru kemarin kita menjejakkan kaki di kota dingin ini. Menjadi parafrase pertarungan melawan waktu, meneladani riakriak janji. Dalam detik tanpa ilustrasi, bersama melankolia melayarkan harap ke bintang di langit utara sembari menyebarkan remah rindu di pelataran jantung berbentuk persegi.

Dari sepersekian jarak dan kenangan yang dibentang senja pada sorehari menuju entah-berantah. Bukan untuk menawarkan sepi atau purapura merayakan candu kesendirian pada peluk perpaduan antara ikhlas dan lelah. Melainkan soal pembelajaran menuju kekal, sampai akhirnya kita menghentikan langkah pada segala hal pemberhentian, mengamini rebah. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s