Kepergian

Kepergian, yang katanya orang-orang tidak pernah menghadirkan kegembiraan itu, juga harus dirayakan. Tangis tidak bakal menyelamatkan apa-apa. Yang telah pergi, kemungkinan tidak akan kembali lagi. Bahkan, deretan doa yang diucap hanyalah ungkapan kosong tanpa arti. Merayakan kepergian adalah upaya untuk melunasi dua potong jantung yang kadung hancur.

Apakah kamu sudah terjerumus dalam laknat para dewa? Bagaimana caranya untuk mengakhiri gemuruh yang ada di dada?” tanyamu.

“Akhir” hanya ada di kepala, sayang — ucap saya. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s