Tanpa sisa, hampir mati

Senja menggantung di persimpangan waktu
purna tanpa senyum manismu
berlalu menjadi potongan masa lalu
sepenggal harapan gigil, membiru,

sebaris mimpi telah lama usang
dialog menjelma serpih serapah
hanya kenangan membayang
dari sejumput rindu yang tetap basah,

aku menjaga remah senja
dan parasmu yang tersisa
dalam bening botol arak,

ini perjudian terakhir
sumpah serapah dari kepingan syair
tidak ada yang pasti
dan aku terjebak tanpa sisa — hampir mati.

Wajahwajah sinis melintas
Tawatawa dingin memintas
menebar teluh dan kutukan
menyempurnakan kematian. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s