Yang rekah lalu patah: sebuah gugatan untuk sepasang kekasih

Saya dan kamu. Kita.

Pernah saling berebut tempat tentang siapa yang paling mencintai siapa, tentang rindu siapa yang lebih banyak. Kita pernah saling menghidupi hidup berdua. Namun kita memang harus sampai pada suatu masa di mana kita menutup pintu rapat-rapat, menyimpan rindu dengan erat. Berpura-pura tidak saling kenal ketika kenyataan merajam kita hingga karam, ketika masing-masing dari kita tidak bisa bertahan dari pisau yang dihujamkan orang-orang, ketika kita sama-sama dipaksa untuk saling merelakan.

Kamu dan saya. Kita.

Sulit bagi saya untuk membuang ingatan tentang jejakmu di tubuh saya. Juga sulit bagimu untuk kembali sembuh dari rindu yang selalu menunggu untuk berlabuh, kepada saya. Maka simpanlah saya rapat-rapat di dalammu. Jangan pernah kamu buka kembali, sebab akan mendatangkan nyeri. Maka saya bakal menyimpanmu juga, lekat di dalam sini. Mungkin suatu saat saya bakal ingat bahwa ada perempuan yang mencintai saya dengan rela: kamu.

Ah, sampailah kita pada hari ini. Hari di mana kita hanyalah dua individu yang pernah jatuh cinta untuk kemudian mengambil setapak yang berbeda. Menjadi bagian dari sebaris kata yang tidak terucap, menguap dalam dekap asap. Lenyap. “Bukankah hidup memang harus seperti itu, sayang? Yang berawal pasti akan menemui akhir,” katamu mencoba menenangkan.

Tapi cinta?

Ketahuilah, saya menyimpan kupu-kupu dan api di jantung persegi. Hanya sebagai memoribilia, mungkin juga sebagai pengingat luka. Kita.

Puan betina, jika dunia hari ini sudah terlampau sempit untuk saya dan kamu, maka sudah sepatutnya kita mulai membangun entah-berantah — di mana kamu tetap menjadi kamu dan saya akan tetap menjadi saya. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s