Stasiun: tentang kepergian dan kedatangan

Pada mendung di stasiun … selalu ada yang datang dan pergi
di peron nomor empat itu tertulis namamu
hampir usang bersama asap kereta api
sementara televisi dan koran masih bersekutu menyebarkan palsu.

Pada mendung di stasiun … selalu ada yang menunggu
untuk mengecupkan rindu lantas bunuh diri bersama masa lalu
deret bangku menyimpan nasib dalam sesobek penanggalan bisu
membiarkannya berlalu menjemput hari baru
: kenangan kenangan baru.

Pada mendung di stasiun selalu ada yang datang dan pergi
mencatatkan diri pada lembaran takdir yang begitu biru. {}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s