Mencoba memahami gagasan Rudolf Rocker

“Dunia baru tidak lahir dari kekosongan pemikiran abstrak, tetapi lahir dari perjuangan mendapatkan roti untuk makan sehari-hari, dalam perjuangan yang keras dan tanpa henti…” Eksploitasi, yang selalu bernapaskan perusakan terhadap apa pun tetapi disembunyikan di balik topeng manis kemajuan peradaban, merupakan salah satu corak utama yang mewarnai kanvas kehidupan di dunia yang semakin tidak baik-baik …

Continue reading Mencoba memahami gagasan Rudolf Rocker

Advertisements

#BanalitasHarian: pertengahan bulan kedua tahun delapanbelas, atau momen “sudah-pernah-mengalami-yang-seperti-itu” sebagai jeda untuk bernapas

Sebagai pembuka catatan banal kali ini, saya akan memulainya dengan beberapa pertandingan sepakbola yang saya tonton dalam dua pekan ke belakang. Fiorentina 0-2 Juventus, 10 Februari 2018: pertandingan ini menjadi bukti dari kematangan lini pertahanan Juventus di Serie A Italia musim ini. Fiorentina -- dengan bermodalkan api dendam masa lalu, semangat tidak kenal lelah dari …

Continue reading #BanalitasHarian: pertengahan bulan kedua tahun delapanbelas, atau momen “sudah-pernah-mengalami-yang-seperti-itu” sebagai jeda untuk bernapas

Merayakan kasih sayang dan cinta [sic!]

#Untuk Rayna Primastiti Rahajeng Bagusta: katanya Efek Rumah Kaca, “jatuh cinta itu biasa saja”; sementara Summer Finn dengan ekspresi datar bilang bahwa “nggak ada yang namanya cinta, itu cuma fantasi”; Radiohead memungkasi salah satu lagunya dengan frasa “different types of love are possible” berulang kali; sementara saya meyakini bahwa “to live you must love, and …

Continue reading Merayakan kasih sayang dan cinta [sic!]

#BanalitasHarian: hujan selalu menunggu di depan pintu

FORMASI album musik dalam daftarputar Winamp laptop butut saya sepekan terakhir ini sok-sokan ingin membuktikan frasa bahwa “sebenarnya tidak ada musik yang terlampau rumit atau terlalu keras dan kencang, yang ada cuma kuping yang sudah lelah atau terlalu tua” … -- Nirvana (Nirvana, 2002) -- Dookie (Green Day, 1994) -- How Could Hell Be Any …

Continue reading #BanalitasHarian: hujan selalu menunggu di depan pintu

#BanalitasHarian: a poor man’s memory

Saya selalu percaya bahwa seorang penulis kreatif dan hebat selalu membuka tulisannya dengan kalimat bagus yang bisa melekat selamanya dalam ingatan pembacanya. Setidaknya, seorang penulis bagus memiliki kesadaran dan kreativitas mumpuni untuk mengerahkan tenaga dan pengetahuannya, bertarung dengan diri sendiri, demi mendapatkan kalimat pembuka yang sanggup memikat para pembaca. Saya selalu kagum, sekaligus jengkel dan …

Continue reading #BanalitasHarian: a poor man’s memory

Lampu, lampu

Lampu di dalam kandang masih menyala seolah di luar kandang tidak ada kehidupan di mana pepohonan dan bunga-bunga? tanah basah dan pemakaman? Lampu menggantikan waktu tidak tahu: kapan terik, kapan gelap sama saja -- membeku. Sepasang kaki bertalu namun tetap saja diam di situ mengayun di bawah sorot lampu kita rebah bersebelahan tapi batin digulung …

Continue reading Lampu, lampu

Kita: serapah pitanggang kepada terang

/1/ Di ujung salah satu gang perumahan, deret nomor tiga teras rumahmu bertembok putih membuncah dengan lantai keramik biru tua yang lupa usia muda dengan pagar besi warna senja rekah bertaman bunga yang dipepatkan dalam pot-pot plastik dipajang berjejer laiknya serdadu antik dari sela-sela keheningan bernada matamu padaku sederhana serupa teduh pohon di musim kemarau. …

Continue reading Kita: serapah pitanggang kepada terang