Sanstitre #24

“Jika ingin menuntaskan rindu, datanglah sebelum senja!” Yang terlupa adalah pengecualian laju kenangan setapak demi setapak mimpi lainnya mulai ditinggalkan simbol kehangatan kini hanya ada di dalam angan ada cinta di ujung pemberhentian namun hasrat lebih dulu gugur di persimpangan jalan telapak kaki buta dihajar kenyataan. {}

Menjadi cukup di dalam pelukmu

Terik menjadi warna langit Malang -- yang biasanya sendu, namun bersahabat -- kala itu. Sudah hampir sejam menunggu dan beberapa batang rokokputih saya isap sebelum akhirnya kamu datang dengan mata serupa Kotak Pandora itu. Kamu bukanlah keindahan surgawi yang telah banyak dijual kepada dunia, dan juga bukan bagian dari kampanye perihal idealnya sosok perempuan di …

Continue reading Menjadi cukup di dalam pelukmu

Kita yang kekal dalam ketiadaan

Pagi masih berkisah tentang rindu yang belum tuntas. Malam masih bercerita tentang dendam yang harus dibalas. Dan, pada satu masa, izinkan saya kecupkan hasrat kita pada keteduhan mata di wajah senja milikmu. * * * * * Saya mengumpulkan kembali sisa-sisa berkah semesta yang tercecer di pelataran depan rumah. Jangan pernah bertanya apa yang saya …

Continue reading Kita yang kekal dalam ketiadaan

Untuk perjumpaan yang kesekian

Kamu… menyeduh kenangan bercampur rindu mengepulkan bau harapan yang membiru bersama waktu yang terus melaju. Aku… meneguk secarik kehangatan melipat jarak demi sebuah perjumpaan bersama senja yang terlihat enggan. Rokokputih, kopihitam, dan dialog usang tentang percintaan, : kesayangan. {}

#BanalitasHarian: pesta, musik, buku, dan bola

Beberapa jam yang lalu Juventus kasih lihat penampilan nyaris sempurna sebagai unit kerja yang kompak kala mempecundangi AS Monaco dua gol tanpa balas, saya menulis ini dengan sisa-sisa kebanggaan dan rasa puas. Setelah menderita di 20 menit awal pertandingan -- terutama karena pergerakan ciamik pemuda 18 tahun, Kylian Mbappé -- Juve mulai bisa untuk tampil …

Continue reading #BanalitasHarian: pesta, musik, buku, dan bola

Kematian dan tuhan yang telah mati

#Untuk V: siapakah yang menentukan jam kematian seseorang, puan? Mana yang benar: mati yang dibenar-benarkan atau benar-benar mati? Apakah makhluk yang telah mati memang benar-benar mati? Atau mereka sebenarnya tidak mati, hanya kita yang menganggap mereka mati? Mereka yang mati atau kita yang mati? Kemeriahan terjadi di taman kehidupan. Mereka bersuka-cita merayakan kematian yang telah …

Continue reading Kematian dan tuhan yang telah mati

And it rained all night (it’s alright, just close your eyes and sleep tight)

Di antara bangunan beton yang berbaris rapi layaknya serdadu perang kawanan burung melintas kebingungan mencari tempat peristirahatan pepohonan sudah lama menghilang atau sengaja dihilangkan demi laju sejarah kemanusiaan. Di sejengkal pelataran pusat perbelanjaan petang mulai mendekap syahdu senja di ujung cakrawala memaksa untuk menghayati apa-apa yang belum terbuka namun semuanya sepakat untuk menyalakan lilin kesia-siaan. …

Continue reading And it rained all night (it’s alright, just close your eyes and sleep tight)